We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
SILENT
  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Mon, Jul 27, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Sabiru Aster terbiasa hidup dengan jarak, dari keluarganya, dari masa lalu, dan dari perasaan yang tak pernah ia beri nama. Hingga suatu hari, ia berdiri di pulau pribadi keluarganya, menyaksikan Sky Aurora Evender sahabatnya bertunangan dengan Xavier, kakak kandungnya. Tidak ada pengakuan. Tidak ada perpisahan. Hanya jarak yang ia ciptakan demi tetap bertahan. Pelarian membawanya ke Swiss, ke sebuah pertemuan tak terduga yang menunda kepulangannya. Dalam hari-hari yang berjalan lambat, Sabiru belajar bertahan, dan menata ulang keputusannya. Sementara itu, Sky menunggu. Bukan dengan kepastian, melainkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang tak pernah berani ia ucapkan. Tentang kehilangan yang tak jelas bentuknya. Tentang seseorang yang selalu ada, lalu menghilang begitu saja. Ini bukan kisah tentang cinta yang diperjuangkan, melainkan tentang perasaan yang dibiarkan tinggal di antara diam dan jarak. # HOMO PHOBIA JAUH JAUH ‼️‼️
All Rights Reserved
#511
silent
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!
  • Politik Ranjang [TAMAT]
  • Kedhaton Soeraandaru Hadiningrat
  • Círculo del Destino
  • Night Calls
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • SAGA
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines