Ghea Adisty Stevani, atau yang akrab dipanggil Stevani, adalah seorang gadis cantik yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di Universitas Gadjah Mada (UGM). Setelah lulus, kehidupannya berjalan dengan normal dan penuh harapan. Ia mulai merencanakan masa depan, mencari pekerjaan, dan menikmati hari-harinya dengan tenang.
Namun, semuanya berubah pada suatu malam yang menjadi awal dari mimpi buruk dalam hidupnya.
Stevani mulai mengalami teror yang sulit dijelaskan oleh logika. Awalnya, ia mengira semua itu hanyalah halusinasi akibat kelelahan. Namun, sosok yang terus muncul di hadapannya terasa terlalu nyata untuk diabaikan. Sosok itu memiliki mata merah menyala yang seolah ingin keluar dari rongganya, tubuh yang mengeluarkan bau anyir menyengat, serta pakaian lusuh yang berlumuran darah dan tanah.
Pada awalnya, Stevani berusaha bersikap biasa saja. Ia mencoba meyakinkan dirinya bahwa semua itu hanyalah ketakutan sesaat. Akan tetapi, teror tersebut semakin hari semakin mengerikan dan tidak masuk akal.
Suatu pagi, ia menemukan sebuah boneka santet tergeletak tepat di depan pintu kamar kosnya. Beberapa hari kemudian, tanah yang diduga berasal dari kuburan muncul di jok motornya tanpa diketahui siapa yang meletakkannya. Puncaknya, saat ia pulang ke kamar setelah beraktivitas seharian, ia mendapati lemari pakaiannya telah dipenuhi lembaran-lembaran kain kafan yang sebelumnya tidak pernah ada.
Ketakutan mulai menguasai hidupnya. Tidurnya tidak lagi nyenyak, pikirannya terus dihantui rasa cemas, dan ia mulai mempertanyakan siapa atau apa yang sebenarnya mengincarnya.
Kini, Stevani harus bertahan hidup di tengah teror yang semakin mengerikan. Apakah semua ini ulah manusia yang ingin mencelakakannya, atau ada kekuatan lain yang sedang mengintainya dari kegelapan? Dan yang lebih penting, mampukah ia menemukan cara untuk menghentikan teror tersebut sebelum semuanya terlambat?
All Rights Reserved