Love Me to Ruin

Love Me to Ruin

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 7, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
​​"Gue butuh bantuan lo,Jadi pacar pura-pura gue," - minho "Lo gila? Lo mau manfaatin gue supaya bisa deketin kakak gue? " - bella ​"Ini semua karena kamu! Kamu yang mengajak kakakmu bermain di luar! Kamu tahu dia tidak bisa lelah!" - ibu "Kamu anak pembawa sial, Bella! Kamu pembawa sial di keluarga ini! Harusnya kamu yang sakit, bukan Sana!" - ayah ​"Kalau memang aku pembawa sial, kenapa kalian nggak buang aku aja dari dulu?" - bella ​"Bella! Jaga sopan santunmu! Kamu sudah merebut kebahagiaan Sana sepuluh tahun lalu, dan sekarang kamu mau merebut Minho juga dari dia?! Kamu bener-bener iblis!" - ibu Gua tau banget... karena gua terlahir buat itu. Pas Kak Sana punya penyakitnya ini, itu juga karena gue pembawa sial. Gua udah hafal kalimat itu luar kepala, Ayah. Ibu. tapi bella juga anak kalian...bella cape yah...buu....bella kngen kalian yang dulu...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GHAIKA (REVISI)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines