GRIEF
  • WpView
    Reads 168
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 8, 2026
blurbny lagi direvisi
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [HORROR] The Seventh Night ✔
  • [SeokSoon] Fall in Love, Once Again
  • CIVITAS : PROBABILITAS ANTITHESIS
  • Tentang Kita
  • Ruang Amerta.
  • METAMORPIKIR SEMPURNA
  • [1] Glasses and Smoke✔
  • Strawberry and You ✓
  • EPHEMERAL
  • the second chance | jay isa ✔️

Tidak ada rumah yang benar-benar kosong. Beberapa hanya sedang menunggu. Ketika dua pewaris keluarga Atmaja kembali ke sebuah rumah tua di Bukit Timah bersama orang-orang yang paling dekat dengan mereka, semuanya terasa seperti urusan sederhana: mengambil dokumen lama sebelum rumah itu resmi dijual karena rumah itu sudah terlalu lama ditinggalkan. Ada satu aturan yang selalu dipatuhi tanpa pernah dijelaskan alasannya: jangan tinggal lebih dari tujuh malam. Awalnya hanya hal-hal kecil. Lampu yang menyala sendiri. Suara langkah kaki di lantai atas. Lagu nina bobo asing yang terdengar samar setiap lewat tengah malam. Dan rumah itu perlahan menunjukkan bahwa ia tidak pernah kosong sejak awal. Sesuatu yang masih berjalan di lantai empat. Sesuatu yang masih menunggu pintunya dibuka. Dan ketika malam ketujuh tiba, mereka menyadari satu hal mengerikan: bukan mereka yang menemukan rumah itu. Rumah itulah yang memanggil mereka pulang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines