AFTERNOON

AFTERNOON

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 12, 2016
memiliki status janda tidak lantas membuat Neni minder dan bersedih, justru statusnya ini memberi kebebasan, kedamaian dan kebahagiaan baginya dan seluruh anggota keluarga. setelah lepas dari cengkraman mantan suami yang begitu kasar , kejam dan pemabuk. Dirinya telah memulai babak baru dalam kehidupannya. ALFAN salah seorang kader pengajar yang menuntunnya kembali menapaki indahnya sebuah hubungan setelah 2 tahun terkukung dalam limbah duka dan berkubang dengan trauma masa pernikahan yang telah lalu.bisakah neni terbebas dari rasa traumanya terhadap pernikahan dan menemukan kebahagiaan 08 agust 15
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dan Lukanya
  • Suami Adikku, Ayah Anakku
  • Our Vow (End)
  • DIGNITY (Pembalasan Luka Putri Sang Jendral)
  • Keegoisan Cinta [On Going]
  • Love Hurts
  • Trauma Pernikahan
  • LOVE FOUND REGARDLESS

"Genggam cinta ini dan hempaskan semua dendam itu, karena cinta tak mungkin tumbuh, jika rasa dendam yang tersisa masih begitu dalam." ° ° ° ° "Kamu sakit apa? Ngomong dong mas, cerita. Selama kita nikah kamu gak pernah cerita kehidupan kamu sedikitpun ke aku, kenapa sih? Aku ini istri kamu loh," ucap wanita paruh baya, yang kini sudah tak mampu lagi untuk menahan air mata karena terlalu khawatir dengan kondisi lelakinya "Tapi saya gak pernah menganggap itu. Dan saya akan cerita ditempat yang menurut saya aman, dirumah yang bila mana saya berada didalamnya akan terus merasa nyaman. Dan itu....." "Dan itu pastinya bukan aku," potong wanitanya, pada seorang yang sedari tadi memberi tatapan elang padanya Wanita yang selalu terlihat tegar dihadapan siapapun itu. Kini, runtuh. Saat mendengar perkataan yang baru saja lelakinya lontarkan, bahwasanya tidak mengganggap dirinya sebagai seorang istri. Lelaki yang selama ini selalu ia kasihi penuh, dengan akar cintanya yang setiap waktu tidak berhenti tumbuh, namun seperti itu balasan yang diberikan. Kini terlambat, berat untuk beranjak lebih jauh. Ia sudah terlalu dalam, karena baginya lelaki tersebut bukan hanya belahan raga maupun jiwanya. Tapi juga, jika dia harus kehilangan seluruh tetes darahnya demi lelaki itu, maka dia bisa memastikan tidak akan muncul rasa penyesalan nantinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines