Kontrak Nomor 3: Dilarang melibatkan perasaan. Itu adalah aturan yang ditulis sendiri oleh Engfa Waraha, sang CEO sedingin es yang menganggap pernikahan hanyalah salah satu bentuk strategi merger bisnis demi memuaskan ambisi sang nenek. Di sisi lain, Charlotte Austin menyetujui kontrak itu murni untuk menyelamatkan toko kuenya dari kebangkrutan. Mereka pikir satu tahun akan berlalu dengan cepat dan profesional. Namun, mereka salah besar. Kehadiran mantan pacar yang mengusik, kecemburuan yang tak beralasan, hingga rahasia yang mendadak bocor ke orang terdekat memaksa Engfa bertindak di luar logika bisnisnya. Ketika tembok pertahanan keduanya runtuh bersama abu kontrak yang terbakar, mampukah mereka menghadapi dunia nyata yang tidak seindah lembar perjanjian di atas kertas? Sebuah cerita tentang bagaimana selembar kontrak palsu justru melahirkan satu-satunya cinta yang paling nyata.
More details