Tiga puluh hari di Desa Pang Kha, tanpa kemewahan kota, dan penuh dengan luapan emosi.
> Bagi Sea dan Charlotte, berada di satu posko KKN berarti harus menekan dalam-dalam nama yang masih tersimpan di hati mereka demi bersikap profesional. Ditambah kehadiran Engfa sebagai Wakil Ketua yang cuek tapi peka, dinamika kepengurusan ini berjalan di atas benang tipis yang rawan.
> Namun, Desa Pang Kha menolak untuk menjadi tempat yang tenang.
> Dari dapur yang dikuasai Ciize-si betina galak yang pertahanannya runtuh setiap kali digoda oleh Kapook-hingga ruang kelas tempat Love mengajar sambil terus diganggu oleh Namtan, yang membuat Milk harus turun tangan menjewer sahabatnya sendiri. Di pojok lain, ada Lingling yang memilih diam dalam dingin sambil memperhatikan Orm, serta Namtan yang mulai terlena dengan amarah Film yang awalnya hanya ia jadikan bahan mainan.
> Bersama Win, Nanon, Mark, dan Fourth yang siap membawa kekacauan di setiap program kerja, ini bukan sekadar cerita tentang pengabdian masyarakat. Ini tentang tawa yang dipaksakan, cemburu yang disembunyikan, dan rantai perasaan yang saling bertautan di bawah dinginnya langit Pang Kha.
> MidnightInk presents - A story about friendship, chaos, and trapped feelings.
All Rights Reserved