Dan akhirnya, aku sendirian

Dan akhirnya, aku sendirian

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 8, 2026
Di Desa Nurmia, Airi Kitagawa hidup dalam hangatnya keluarga... sampai satu malam menghapus semuanya. Api, teriakan, dan kehancuran merenggut rumah serta orang-orang yang ia cintai. Kini, Airi hanya punya satu hal yang tersisa-sebuah api kecil di dalam dirinya. Diselamatkan oleh Ayame Seiryu, seorang petualang dari kota Auqus, Airi memulai hidup baru di dunia yang keras. Di balik pelatihan pedang, sihir, dan misi berbahaya, ia perlahan tumbuh menjadi petualang muda yang bertekad kuat. Namun di balik cahaya harapan yang ia kejar, bayangan masa lalu masih mengintai... Dan seseorang... sedang mengamatinya dari kegelapan yang sama yang pernah menghancurkan segalanya.
All Rights Reserved
#594
darkfantasy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • The Unwritten Lady
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • Sin of The Villainess
  • Abo Desire
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • The Duke's Red String
  • A Family of Villains
  • Just let me live, Duke!
  • adik ipar cantik

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines