Istri Cegil Gus Dingin

Istri Cegil Gus Dingin

  • WpView
    Reads 228
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 10, 2026
Nayara, santriwati super jahil, ceroboh dan bertingkah tengil. Terpaksa menerima perjodohan dengan pria super dingin seperti Gus Azzam. Perjodohan itu diatur oleh Kakeknya Nayara yang merupakan kyai atau pimpinan pondok pesantren ternama. Berkali-kali Nayara menjahili Azzam untuk membuat pria itu semakin tidak menyukainya, hingga membuat Azzam merasa jengkel sendiri. Sampai Azzam mendapatkan kekurangan Nayara yang takut disentuh olehnya. Lantas, bagaimana hubungan pernikahan mereka selanjutnya? Akankah rasa cinta tumbuh dihati mereka?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Last Yes!
  • Almost Married (END)
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Chasing Sanara
  • The Villain Mother
  • De Andere Weg (END)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines