Samudra dan Daratanya [Theewave] BXB

Samudra dan Daratanya [Theewave] BXB

  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 12, 2026
WpInfo
Fanfic
Alternate Universe (AU)
Original Character (OC)
Famous Figure: Actor
LGBTQIA+
Rumah yang udah nyaman... aku tinggalin buat reruntuhan. Samudra Titanio Askarava, dia kira dia udah selesai sama masa lalu. 5 bulan. Cukup buat dia ngerti caranya napas tanpa takut. Cukup buat dia percaya ada daratan yang nggak bakal ninggalin dia saat kehujanan. dan dia datang lagi. Orang yang kenal Samudra dari "ingusan". Bawa foto masa kecil, bawa nama panggilan lama, bawa kalimat: "Gua kangen lu yang dulu." Samudra lupa... kalau "yang dulu" itu versi dia yang paling hancur. Jadi dia milih pulang. Tapi ke alamat yang salah. Jam 1 malam. Hujan. Dia lari sambil bawa kata "maaf". Ke alamat yang paling dia ingat. Ngetuk pintu yang dulu selalu kebuka buat dia. Tapi kali ini... dari dalam sana ada suara orang lain selain daratan nya. Ombak pulang. Daratannya udah ada yang punya?
All Rights Reserved
#1
petewave
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Second
  • Given || Ju Jihoon
  • The King & The Doctor ✓
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • I Want to Live [END]
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines