The Nine-Tailed Void

The Nine-Tailed Void

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 8, 2026
Aku tidak pernah menyangka akan kembali ke masa lalu dan terbangun di tubuh diriku sendiri. Di tengah kehidupan keluargaku yang menjunjung tradisi, aku menyimpan rahasia yang tidak boleh diketahui siapa pun. Void bukan lagi sosok terpisah yang menghantuiku, melainkan telah menyatu sepenuhnya denganku. Kelicikan, kecerdasan, humor gelap, dan kecintaannya pada kekacauan kini menjadi bagian dari diriku. Aku mampu mendengar bisikan ketakutan, membaca kelemahan manusia, dan memainkan keadaan sesuai keinginanku. Namun semakin besar kekuatan yang kumiliki, semakin tipis batas antara diriku dan kegelapan. Di dunia ini, aku bukan korban takdir. Aku adalah kekacauan yang hidup dan berjalan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sin of The Villainess
  • Just let me live, Duke!
  • A Family of Villains
  • LILY OF PROTEA
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • The Unwritten Lady
  • The Duke's Red String
  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • The Baby Isn't Supposed To Exist

Sera terbangun sebagai Seralyne Veyrath, villainess yang ditakdirkan mati, dihukum penggal atas perintah tokoh utama laki-laki pada hari pertamanya naik takhta. Sera hanya ingin satu hal: bertahan hidup. Untuk itu, dia mengambil satu keputusan, menjelaskan siapa dia sebenarnya, lalu membebaskan budak di penjara bawah tanah yang selama ini dilecehkan oleh tokoh Seralyne. Rhovant Winterfeld. Budak Seralyne. Tokoh utama laki-laki. Putra Mahkota yang hilang. Orang yang kelak akan mengeksekusinya. Dan yang mengejutkan adalah ... laki-laki itu memiliki wajah yang mirip dengan wajah mantan kekasih Sera di dunia modern. "Mengapa Anda membuang saya?" Dia mencium kaki Seralyne, seolah itu hal paling wajar di dunia. "Bukankah Anda menyukai wajah saya, My Lady?" * @atarazavian

More details
WpActionLinkContent Guidelines