Slowly Yours

Slowly Yours

  • WpView
    Reads 91
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 22, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Slow Burn
Slice of Life
Love Triangle
Serenata Aksanaya tidak pernah pandai menahan perasaannya sendiri. Semua bermula dari pertemuan singkat yang seharusnya terlupakan begitu saja. Namun sejak mengenal Alaskara Dirgantara, ada sesuatu yang perlahan berubah. Serenata mulai menunggu balasan pesan sederhana, mencari alasan untuk memulai percakapan, bahkan menghafal hal-hal kecil tentang laki-laki itu tanpa sadar. Sayangnya, mendekati Alaskara tidak pernah mudah. Ia terlalu tenang. Terlalu sulit ditebak. Dan terlalu terbiasa menyembunyikan perasaannya sendiri. Di saat Serenata berjalan pelan-pelan menuju dirinya, Alaskara justru sering terlihat diam di tempat yang sama-seolah tidak menyadari ada seseorang yang sedang berusaha mencapainya. Tetapi Serenata tidak keberatan. Karena untuk beberapa orang, jatuh hati memang tidak terjadi sekaligus. Ia tumbuh perlahan, menetap diam-diam, lalu membuat seseorang bertahan lebih lama dari yang seharusnya. Namun bagaimana jika Alaskara Dirgantara diam bukan karena tidak memiliki perasaan, melainkan karena takut membiarkan seseorang tinggal terlalu jauh di hidupnya? Senin, 08 Juni 2026 23:30 WIB
All Rights Reserved
#315
dirga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Salah Status [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines