Dendam yang Melahirkan Luka

Dendam yang Melahirkan Luka

  • WpView
    Reads 3,487
  • WpVote
    Votes 399
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 10, 2026
WpInfo
Fiction
LGBTQIA+
Gay
Lesbian
Asexual and Aromantic
Di tengah kebencian, trauma, dan rahasia yang perlahan terungkap, Sebuah kebenaran lama tentang pengkhianatan, kehancuran sebuah keluarga, dan hubungan darah yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya perlahan membuka luka yang selama ini tersembunyi. Terjebak di antara rasa takut, belas kasihan, dan ikatan yang semakin rumit, Wenlang dan Hua Yong harus menghadapi masa lalu yang telah menghancurkan mereka berdua. Namun saat kehidupan baru akan lahir, takdir kembali memainkan permainan kejamnya. Sebuah kisah tragis tentang cinta yang lahir dari kebencian, dosa yang diwariskan oleh generasi sebelumnya, serta dua jiwa yang sama-sama terluka dan berusaha menemukan tempat untuk pulang. Karena terkadang, orang yang paling menyakiti kita juga menjadi satu-satunya orang yang memahami luka yang kita miliki.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lysander Lowell De Villiers
  • Wismatama
  • ELION
  • Sastru Pinanganten
  • Luk Telu Belas
  • na ja [END]
  • ONESHOOT [BP]
  • "Liburan" Bonus Suami
  • Ritual Rasa
  • Jadi Anak Haram?

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines