hampir mati di tangan sendiri

hampir mati di tangan sendiri

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Jun 10, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Mental Health and Neurodiverse
Grief and Bereavement
Coming of Age
Mara hampir kehilangan harapan untuk hidup. Saat semua orang perlahan menjauh, hanya satu nama yang selalu membuatnya bertahan-Alya, sahabat yang selalu hadir lewat pesan-pesan hangatnya. Namun suatu hari, Mara menemukan sebuah buku harian yang mengubah segalanya. Ia sadar bahwa orang yang selama ini menguatkannya ternyata telah pergi sejak lama. Di tengah rasa kehilangan dan penyesalan, Mara harus belajar menerima bahwa kenangan juga bisa menjadi alasan seseorang untuk tetap hidup. Sebuah kisah tentang persahabatan, kehilangan, dan bagaimana seseorang yang telah tiada masih bisa menyelamatkan hati yang hampir hancur.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lysander Lowell De Villiers
  • Wismatama
  • Ritual Rasa
  • Setelah Mama Menikah [END]
  • "Liburan" Bonus Suami
  • Sastru Pinanganten
  • ELION
  • ​Adopted? (I Wish) [END]
  • (BL) The Emperor's Favorite Consort Changed Souls《暴君宠妃竟然换了芯子》END
  • Transmigrasi  Ren

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines