"Jadi..." Ayahnya memulai bicara pelan. "Sebenarnya keluarga kita dan keluarga nak Reza sudah lama saling kenal."
"Ouh, gak penting," jawab Fira cepat.
Ibunya langsung melotot, "Dengerin dulu kalau orang tua lagi ngomong."
Fira hanya mengangguk pelan.
Ayahnya berdehem untuk melanjutkan ucapannya, "Dan beberapa waktu lalu, kami membicarakan soal perjodohan kalian."
Beberapa detik berlalu dengan sunyi, bahkan suara anak tetangga yang menangis terdengar samar dari luar.
Fira berkedip sekali.
Dua kali.
Tiga kali.
Lalu menunjuk dirinya sendiri, "Aku?"
Ayah mengangguk.
Fira lalu berpindah menunjuk Reza, "Sama beliau?"
Anggukan lagi yang terlihat oleh Fira.
Tiba-tiba wajahnya mulai sedikit demi sedikit memerah sebelum, "AAAAAAA?!" pekik Fira sampai seluruh orang di ruang tamu itu terkejut.
Todos los derechos reservados