Quis Eram?

Quis Eram?

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 9, 2026
Aku tidak lagi mengingat siapa diriku yang sebenarnya. Wajah lama itu perlahan memudar dari ingatanku, terkubur di balik sosok yang selama ini kuperankan. Awalnya hanya sebuah penyamaran, sebuah peran yang harus kumainkan untuk bertahan hidup. Namun seiring berjalannya waktu, batas antara diriku dan karakter yang kuhidupi mulai menghilang hingga aku tidak lagi mampu membedakan mana yang nyata dan mana yang hanya topeng. Kini hanya Void Stiles yang tersisa. Kenangan masa lalu terasa asing, seolah milik orang lain yang belum pernah kukenal. Saat semua orang melihatku sebagai sosok baru, satu pertanyaan terus menghantuiku di setiap langkah dan keputusan yang kuambil: Quis Eram? Siapakah aku sebelum menjadi ini? Dan apakah diriku yang dulu masih ada, atau sudah lenyap selamanya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • Jodoh Pilihan Mama
  • Got Dropped into a Ghost Story, Still Gotta Work
  • Garwo
  • Possessive Male Lead
  • CONTROLLED CHAOS
  • TOXIC BOYFRIEND
  • Second Life : Bring Me Back To You
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • I'm Not Just a Figuran

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines