Air Mata di Atas Kanvas Takdir

Air Mata di Atas Kanvas Takdir

  • WpView
    Reads 150
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 11, 2026
Baca aja dulu!!!
All Rights Reserved
#237
lumpuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dendelion🍀
  • 𝐂𝐄𝐌𝐀𝐑𝐀 𝐢𝐭𝐮 𝐚𝐩𝐚?
  • GADARA (END)
  • You're not part of MY HALLUCINATION [END]
  • JUST SHADOW [COMPLETE]✔
  • Senja Berwarna Jingga
  • Suspicious
  • Wrong Place || Beomgyu & Hueningkai (END)
  • Calon Mama || Jaehyun Ft Dream 00 Line
  • Leukimia | Xiaojun Yeri ( ✔ )

🍀FOLLOW LEBIH DULU! 🌿Abadi Dalam Kenangan🌿 Aksara Adyatama dan Askara Arkatama. Anak kembar yang kemana-mana selalu berdua, harus berdua kecuali kalau lagi pergi sama kesayangan. Kembar-kembar gitu mereka punya watak yang beda banget. Kalau kata orang mereka itu kembar tidak identik. Aksa lebih dewasa, pendiam, kalem, sabarnya jangan di tanya lagi. Sedang Aska dia lebih hiperbola, suka tebar pesona sebelum bertemu pawangnya, suka banget ngambil mangga tentangga tanpa bilang-bilang habis itu pasti bakal kena jewer Aksa. Persamaan keduanya, kalau lagi senyum. manisnya ngalah-ngalahin gula satu toples. Mereka punya sahabat cewek yang kebetulan tinggal satu perumahan sama mereka. Namanya Eleena Naraya, bagus banget kan namanya. Bisa di bilang Eleena itu orangnya ambivret, enggak pecicilan tapi nggak kalem juga. Sifatnya itu bagai perpaduan antara Aksa dan Aska. Eleena bisa kalem, dan fiminim saat bareng Aksa. Bisa pecicilan dan banyak tingkah waktu bareng Aska. Percaya lah kalau pergaulan itu mempengaruhi kita. Jika akan terjadi cinta segitiga antara si kembar dan Eleena, jawabnya salah. Yang ada cinta bertepuk sebelah tangan. Mereka berusaha saling membahagiakan, saling berbagi tawa tapi bisa juga saling menyakiti dan menghadirkan derai air mata. Hari dimana salah satu dari mereka pergi, maka semua takan lagi sama. Semua bahagia itu semu, dimana mereka harus merangkak bangkit dari rasa sakit yang akan selalu menyelimuti mereka. "Kalau gue pergi, lo jangan nyolong mangga bu Tuti lagi!. Awas aja kalau lo nggak dengarin omongan gue." peringat Aksa dengan tatapan setajam belati. Aska tertawa renyah bersama Eleena, "Memang kenapa?," "Ya gue nggak bisa jewer lo lagi lah!." Sungutnya, meski dalam keadaan yang lemah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines