TOXIC CRUSH

TOXIC CRUSH

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 10, 2026
Aku jatuh cinta padanya saat mengenakan seragam sekolah yang sengaja dikeluarkan. Rambut sedikit berantakan, ransel merah yang tampak berat, motor bebek merahnya yang sangat khas, dan senyumnya yang sangat manis. Versi itu akan selalu hidup di hatiku selamanya, bukan versi sekarang atau kedepannya. Jam menunjukkan pukul 02.17 pagi saat aku terbangun karena mimpi tentang dia. Lagi. Sudah bertahun-tahun sejak kami putus. Sudah bertahun-tahun sejak aku memilih pergi. Tapi entah kenapa, alam bawah sadarku masih menyimpan namanya dengan rapi. Aku benci mengakuinya, tapi sebagian diriku masih hidup di masa itu. Di masa saat aku menjadi anak OSIS yang jatuh cinta pada cowok bermasalah. Di masa saat aku rela mengubah diri demi seseorang. Di masa saat cinta terasa seperti dunia, sampai akhirnya berubah menjadi racun. Dan mungkin, ini adalah satu-satunya cara agar aku benar-benar bisa melepaskannya. Dengan menceritakan semuanya dari awal.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Dateline [END]
  • Silent Traces by the Sea
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • MINE, NO ONE ELSE (ON GOING)
  • Be My Wife
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Revenge Marriage (SELESAI)

Bagi Sekar, bekerja di agensi iklan rasanya seperti bermain survival game. Deadline yang tidak masuk akal, revisi, presentasi, membuat copy dadakan, sampai brainstorming tengah malam. Semuanya sudah menjadi makanan sehari-hari dan seharusnya sih, aman terkendali. Kecuali saat klien Bank itu datang mengacak-acak seluruh tatanan. Gilbran Mahesa. Dia adalah sumber migrain terbesar bagi satu tim kreatif dan suka membuat pegawai lain ketar-ketir. Bagaikan alarm deadline yang tidak pernah berhenti berdentang. Dia mustahil diajak kompromi, sulit diakali, dan selalu memberi revisi yang tak terduga. Perlahan, Gilbran bukan hanya menumpuk deadline di kalender Sekar. Dia juga mulai menyelipkan 'date-line' alias serangkaian kencan tersembunyi yang membuat Sekar bingung. Ini kerjaan, jebakan, atau justru kesempatan? ⚠️ Peringatan: Cerita ini karya asli penulis. Dilarang menyalin, menggandakan, atau mempublikasikan tanpa izin. Cover edited by canva and procreate First published: October 4th 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines