Red Haired Boy

Red Haired Boy

  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 1, 2015
Rambut merahnya tampak mencolok diantara orang-orang di sekitarnya. Senyumnya yang dingin sangat serasi dengan kulit coklat terangnya. Tatapan mata orange-honey nya terus mengawasi sekitar, bersiap-siap menghanyutkan siapa saja yang Ia tatap ke dalam manisnya madu. Tangannya yang tampak kokoh namun terasa rapuh tak henti menggambar pada halaman buku sketch nya. Sebenarnya saat pertama kali melihatnya aku tak peduli dengan dirinya, namun seringnya bertemu dengannya membuatku penasaran siapa kah laki-laki berambut merah itu. . Kini aku sadar mengapa aku penasaran dengan dirinya, lelaki yang kupanggil "Red Haired Boy"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PESAN UNTUK RAYAN
  • Barbie's Bodyguard
  • The Past
  • Just Dream with you
  • What Destiny Has For Us
  • Tentang Kita
  • Aderaga [ON GOING]
  • You're My Sunshine
  • KIARILHAM【END】

[FOLLOW SEBELUM BACA] Ini kisah perjalanan seorang gadis SMA yang berusaha melupakan luka hatinya di masa lalu, Ara. Lengkapnya Lunara Thalia Al-Hanan. Seorang remaja yang memiliki paras cantik, berpostur badan tinggi dengan sedikit gaya tomboinya yang terkadang membuatnya begitu judes dengan laki-laki. Hingga akhirnya, Ara bertemu dengan Rayan. Cowok berwajah tampan dengan bulu mata lentiknya yang nyaris membuat semua cewek merasa terhipnotis olehnya. Bertolak belakang dengan ketampanannya, Rayan memiliki hati yang sangat dingin serta keras kepala seakan otaknya telah berubah menjadi batu. "Gue tanya sama lo! emang gue salah suka sama lo? apa selama ini gue bikin hidup lo berantakan karena gue?" tanya Ara terlihat menahan air matanya. "Lo sadar ga? kalo kelakuan lo di hadapan gue selama ini, itu MURAHAN! Bahkan lebih murah daripada harga diri seorang PELACUR!" Teriak Rayan sambil menunjuk Ara dengan jari telunjuknya. Air mata gadis yang tengah direndahkan itu seketika membuncah, membanjiri kedua pipinya. Semua siswa yang hadir di sana tercengang menyaksikan hinaan Rayan yang seakan tidak ada hati dalam dadanya. ⚠️NO PLAGIAT! MENCURI KARYA ORANG LAIN SAMA SAJA MELAKUKAN PERBUATAN KRIMINAL❗❗❗⚠️ [YUK KREATIF DENGAN KARYA SENDIRI]

More details
WpActionLinkContent Guidelines