Arunika Yang Tertunda
Bagi seorang balita berusia tiga tahun, dunia seharusnya penuh dengan aroma dekapan hangat orang tua. Namun bagi Sean, tiga tahun adalah waktu yang ia habiskan untuk tumbuh di antara dinding panti asuhan. Sejak malam dingin saat seorang pengurus panti menemukannya telantar di depan gerbang, Sean belajar satu hal: menunggu.
Selama ia tumbuh, Sean tak pernah bertanya di mana orang tuanya. Ia hanya diam, menatap iri pada sosok-sosok yang selalu menggandeng anak-anak lain di taman kota. Di dalam hati kecilnya, ia hanya memupuk satu harapan sederhana-bahwa suatu hari nanti, ia pun akan mendapatkan kehangatan yang sama.
Hingga sore itu tiba. Sebuah tabrakan kecil yang tak sengaja di tengah taman mempertemukannya dengan seorang pria dewasa. Saat tatapan tajam yang menyimpan luka itu bertemu dengan binar polos milik Sean, semesta seolah berhenti berputar.
Satu pertemuan singkat, yang tanpa mereka sadari, akan mengubah garis hidup mereka selamanya. Karena fajar yang hilang itu, akhirnya menemukan jalan untuk kembali terbit.