Who Are The Shadow

Who Are The Shadow

  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 5, 2026
Tidak semua luka mengalirkan darah. Beberapa memilih tinggal di dalam hati, tumbuh dalam diam, lalu menghancurkan perlahan. Bagi Niela, hidup tak pernah berjalan mudah. Saat kesalahan orang tuanya menyeretnya ke dalam berbagai kesulitan, ia dipaksa bertahan di tengah badai yang seolah tak pernah berhenti menghantam. Namun, di saat dunia terasa begitu kejam, seseorang perlahan hadir dalam hidupnya. Bukan sebagai pahlawan, bukan pula sebagai penyelamat. Hanya beberapa orang perlahan hadir, tetapi memilih tetap tinggal ketika yang lain menjauh. Mereka menjadi tempat Niela menemukan harapan di tengah keputusasaan. Namun tanpa sepengetahuannya, mereka menyimpan rahasia yang dapat menghancurkan segala kepercayaan yang telah dibangun. Sementara itu, seseorang terus bergerak dari balik bayang-bayang, menyusun rencana yang perlahan menyeret Niela ke dalam permainan yang tidak pernah ia pahami. Ketika kebenaran akhirnya terungkap, akankah Niela mampu bertahan dari pengkhianatan yang menunggunya?
All Rights Reserved
#135
teman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Auto Save!
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Maverick
  • Retak
  • Hate [Complete]
  • Being here isn't that easy
  • CHANCE [KTH-JYR] END
  • BAD LOVER [End]
  • Bad Boy In My Heart
  • ELION (bl)

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines