Luhita memutuskan untuk meninggalkan rumah guna menghindari perjodohan mendadak yang diinisiasi oleh Ayahnya, yang beranggapan bahwa profesinya sebagai penulis lepas di platform berbayar setara dengan pengangguran. Mengingat usianya yang mendekati 25 tahun, Ayahnya merasa perlu untuk segera menikahkan putri bungsunya. Namun, Luhita menolak tegas perjodohan tersebut dengan mengatakan, "Siapa yang bersedia menikah dengan duda tua!"
Jadi, dia memutuskan untuk meninggalkan rumah dan pergi ke sebuah desa di Yogyakarta, yaitu rumah tua tempat ia dibesarkan. Rumah tersebut adalah milik Simbok-panggilan Nenek-yang sudah lama berpulang.
Di sana, ia bertemu dengan seorang pria, seorang Dokter Kandungan yang menurutnya, memiliki paras yang sangat menawan-Ganteng, Gagah, Dhuwur, tur Sugeh. Bagi Luhita, pria tersebut merupakan perwujudan nyata dari karakter yang selama ini ia visualisasikan dari tokoh fiksi dalam novelnya.
Luhita jatuh cinta. Dan dia tidak malu untuk mengakuinya!
Todos los derechos reservados