Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
Di Meja Makan

Di Meja Makan

  • WpView
    Leituras 54
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, jun 14, 2026
WpInfo
Ficção
Temas Sociais
Luto e Perda
Vida Familiar
Crescimento e autodescoberta
Meja makan tempat berkumpulnya mereka setiap malam, setelah bergumul dengan kerasnya dunia luar. Meja sederhana itu menjadi saksi lelah, tawa, pertengkaran kecil, dan cerita yang tak pernah sempat diucapkan kepada siapa pun. Bagi orang lain, itu mungkin hanya rutinitas biasa. Namun bagi mereka, meja makan adalah rumah yang sesungguhnya. Tempat teraman untuk melepaskan segala beban, dan tempat ternyaman untuk menjadi diri sendiri. Di tengah kehangatan itu, ada satu sosok yang menjadi pusat dari segalanya. Aura. Nama yang selalu memenuhi rumah dengan kehidupan. Suaranya yang memanggil mereka untuk makan, tawanya yang mengisi keheningan, dan kehadirannya yang membuat rumah terasa utuh. Bagi kedua saudara itu, Aura bukan sekadar anggota keluarga. Ia adalah alasan mengapa mereka masih mampu menghadapi dunia setiap hari, lalu kembali pulang dengan keyakinan bahwa apa pun yang terjadi di luar sana, akan selalu ada tempat yang menunggu mereka. Aura as Rora Babymonster Tristan as Taesan Boy Next Door Leya as Leeseo IVE
Todos os Direitos Reservados
#636
chiquita
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Lysander Lowell De Villiers
  • Auto Save!
  • "Liburan" Bonus Suami
  • Tresna Kang Tinatih Ing Alas Jati
  • The Pinky Boy
  • After the Fall
  • Target Si Supir [END]
  • ELION (bl)
  • Trouble Maker[END]
  • PROYEK SATU TAHUN

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo