from cold to love [on going]

from cold to love [on going]

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Thu, Jun 11, 2026
cerita ini tentang seorang remaja tangguh yang berasal dari desa dan seorang remaja manis asal kota, hingga pertemuan pertama mereka membuat keduanya menyatu atau saling membenci? penasaran lanjutan kisah cerita mereka? yok baca sama sama☝🏼 cerita ini mengandung unsur bxb, bagi yg homophobic harap menjauh. dosa ditanggung sendiri! 18+ ( bocil menjauh ) ini murni imajinasi saya, kalau ada persamaan tokoh, nama, karakter, dan lain nya mohon di maklumi🙏🏼
All Rights Reserved
#26
bldesa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Auto Save!
  • My Possessive Fiance
  • desa kawitan [END]
  • ELION (bl)
  • Lysander Lowell De Villiers
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • ╠ 𝐀𝐘𝐀𝐇 𝐓𝐈𝐑𝐈 𝐀𝐃𝐀𝐋𝐀𝐇 𝐌𝐀𝐔𝐓! ╣
  • LINTANG PANJER WENGI END

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines