The Florence Inheritance [On Going]
Florence, 1980. Di balik kemegahan arsitektur batu kuno dan gemerlap industri seni kelas atas, Seraphina Vancenza merasa hidupnya tak lebih dari sebuah sangkar emas yang kaku. Di usianya yang menginjak dua puluh satu tahun, satu-satunya warisan terbesar yang ia terima dari nama besar keluarganya adalah daftar panjang aturan kolot-dan kewajiban mutlak untuk membenci keluarga Laurent.
Namun, garis permusuhan yang telah mengakar selama puluhan tahun itu mendadak kabur. Saat meneliti di sudut terdalam arsip kuno kota, Sera menemukan sebuah kotak beludru tua berdebu. Di dalamnya, tersimpan tumpukan surat cinta rahasia dari tahun 1960-an milik Matteo Vancenza dan Elena Laurent. Lembar demi lembar bertinta pudar itu membocorkan sebuah kebenaran fatal: dendam berdarah kedua keluarga selama ini hanyalah buah dari kesalahpahaman tragis masa lalu.
Demi mengurai misteri dua dekade lalu tanpa alat komunikasi modern, Sera terpaksa melakukan hal yang paling berbahaya: bekerja sama secara rahasia dengan Ethan Laurent-sang pewaris tunggal dari dinasti rival yang tenang, bermulut tajam, dan selama ini paling ia hindari. Menggunakan memo rahasia dan telepon umum, mereka mulai menyusun kepingan teka-teki, sementara pertemuan sembunyi-sembunyi di toko bunga milik Valerie perlahan mengubah sinisme menjadi ketergantungan yang intens.
Kini, di bawah tatapan mata Christian yang dingin dan penuh curiga, Sera dan Ethan harus berkejaran dengan waktu. Mereka harus memilih: membiarkan kebenaran terkubur demi menjaga reputasi tirani keluarga, atau mempertaruhkan segalanya di bawah langit Florence untuk menulis ulang takdir mereka sendiri.