Filosofi Kata

Filosofi Kata

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 11, 2026
Nuha hanya ingin menyelesaikan makalahnya. Namun pencarian sebuah buku langka berjudul Filosofi Kata membawanya pada sesuatu yang tak pernah ia duga: surat dari ayahnya yang telah meninggal bertahun-tahun lalu. Mengapa surat itu disembunyikan di dalam buku? Siapa sebenarnya Pak Munir, pemilik toko buku bekas yang mengenal keluarganya? Dan pertanyaan apa yang selama ini tidak pernah dijawab oleh siapa pun? Semakin dalam Nuha menelusuri jejak yang ditinggalkan sang ayah, semakin ia menyadari bahwa beberapa rahasia tidak disimpan dalam peti atau lemari terkunci—melainkan di antara kata-kata yang menunggu untuk ditemukan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lysander Lowell De Villiers
  • LINTANG PANJER WENGI END
  • desa kawitan [END]
  • Auto Save!
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • ELIAN
  • ELION (bl)
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • Secret Relationship

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines