Sisa Hujan di Braga

Sisa Hujan di Braga

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 17, 2026
Beberapa cerita tidak punya akhir yang sempurna. Tapi bukan berarti tidak layak untuk diceritakan. Nuri tidak benar-benar pergi ke Braga karena ingin. Ia hanya mencoba keluar dari dirinya sendiri-sedikit saja. Di sebuah kafe tua yang hampir terlupakan, secangkir kopi yang tumpah mempertemukannya dengan Agus- seorang laki-laki dengan terlalu banyak kata yang belum selesai, dan keberanian yang datang terlambat. Di antara hujan Bandung, gedung-gedung tua, dan percakapan yang tidak pernah benar-benar selesai, mereka belajar sesuatu yang tidak diajarkan siapa pun: bagaimana hidup dengan luka yang tidak sepenuhnya sembuh. Karena kadang, yang kita butuhkan bukan akhir yang bahagia- tapi seseorang yang mau tetap tinggal di tengah cerita.
All Rights Reserved
#730
sadstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MINE, NO ONE ELSE (ON GOING)
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • The Dateline [END]
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Silent Traces by the Sea
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Be My Wife

[DI LARANG KERAS COPY PASTE]. FOLLOW SEBELUM BACA !!! Bagi semua orang di SMA Garuda, Axel Regantara adalah monster temperamental yang paling dihindari. Badboy ketua geng, tukang berantem, dan dingin tak tersentuh. Tapi bagi Reina Alvionita, Axel adalah masa lalu kelam yang ingin ia kubur dalam-dalam. Reina mengira kepindahannya ke sekolah ini akan membawa ketenangan. Namun, takdir justru membawanya kembali ke hadapan Axel. Bedanya, Axel yang sekarang tidak lagi menindasnya seperti dulu. Tatapan cowok itu berubah menjadi sebuah obsesi. Axel mengklaim Reina secara terang-terangan. Siapa pun yang berani menatap Reina terlalu lama, berkomentar genit di sosial medianya, atau sekadar mendekat, harus siap berhadapan dengan kepalan tangannya. Semua orang takut pada Axel. Tapi hanya Reina yang berani membentak cowok itu-dan anehnya, Axel selalu nurut. Di antara emosinya yang gampang meledak dan kepalan tangannya yang penuh luka berantem, Axel menyimpan satu kalimat mutlak untuk gadisnya: "Gue bisa dihancurin siapa aja, Princess. Tapi jangan lo. Karena kalau lo yang pergi, gue bisa gila."

More details
WpActionLinkContent Guidelines