Untuk mengamankan hubungan politik antara keluarga Park dan keluarga Jeon, Jimin dikirim sebagai jaminan. Hidupnya ditukar, mimpinya dikunci, dan ia dipaksa menjadi pengantin wanita dalam pernikahan yang tidak ia pilih.
Jimin datang dengan antisipasi kebencian. Tapi yang ia temukan bukan permusuhan. Melainkan tatapan tenang dan mantap dari Jungkook. Putra tunggal keluarga Jeon. Suaminya. Pria yang ditakdirkan memegang kekuasaan atas nama besar Jeon.
Di depan Jimin, Jungkook sehangat mentari. Sabarnya tidak habis. Suaranya melunak. Ia hafal cara Jimin mengerutkan dahi saat kesal, cara Jimin bersembunyi saat takut, dan cara Jimin diam saat hatinya sesak. Dunia boleh kacau, tapi di sisi Jimin ia selalu jadi tempat paling aman.
Tapi di balik itu, Jungkook segelap malam. Untuk melindungi Jimin, ia akan menghadapi apa pun yang berani mengancam. Pemberontakan keluarga cabang, pisau yang mengarah ke Jimin, bahkan darah saudaranya sendiri. Ia tidak peduli.
Karena bagi Jungkook, Jimin bukan sekadar pernikahan politik.
Jimin adalah satu-satunya hal yang harus tetap utuh, apa pun harganya.
Dia bisa jadi iblis bagi dunia.
Tapi bagi Jimin... ia akan selalu jadi rumah.
#jikook/koomin
All Rights Reserved