Kael merasa tidak ada hal yang spesial dalam menjalani hidupnya ini. Terutama di dalam keluarganya. Mereka semua bersinar dengan cahaya mereka masing-masing, cukup untuk membuat mereka terlihat tanpa perlu merebut cahaya satu sama lain. Lalu, apakah ia akan menjadi perebut hal itu? Jawabannya tidak. Bahkan ia tidak ingin menginjak cahaya yang mereka perlihatkan. Sudah cukup cahaya itu mengenai dirinya, dan rasanya terlalu menusuk. Ia bahkan telah kehilangan sesuatu yang telah rusak, sesuatu yang rasanya tidak bisa diperbaiki oleh apa pun. Dengan kebisingan orang-orang di sekelilingnya serta karakter yang selalu berganti, ia merasa kakinya masih bisa tertahan di tempat, tidak melangkah lebih jauh menuju pintu perbatasan di sana.
More details