TAK BERNAMA PULANG

TAK BERNAMA PULANG

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 12, 2026
Katanya, Nadisha itu pembawa sial. Katanya, Nadisha itu yang membuat keluarganya hancur berantakan. Katanya, Nadisha-lah pembunuh ibunya. Menjadi satu-satunya perempuan di rumah itu bukan berarti menjadikannya seorang putri yang bisa hidup dengan nyaman. Sebab seluruh keluarganya memilih untuk menjadi hakim atas kesalahan yang bahkan tidak ia lakukan. Lalu dengan mengatasnamakan luka, ayah, kakak serta adik laki-lakinya melempari Nadisha dengan bara api berharap gadis itu mengerti sedikit saja penderitaan mereka. Tanpa mereka ketahui bahwa sebenarnya Nadisha pun sudah merasa hidup di neraka, bahkan sejak awal. "Pah, kalau aja aku bisa muter waktu, mendingan aku yang harus mati daripada Mamah." "Bang, Disha gak pernah sekalipun sengaja untuk bikin Abang jadi piatu. Disha juga kehilangan Mamah!" "Dek, kamu tau apa soal hidup aku?" TRIGGER WARNING! Cerita ini mengandung harsh word, physical abuse, mention of suicide, mental ilness.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELION (bl)
  • desa kawitan [END]
  • Secret Relationship
  • LINTANG PANJER WENGI END
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • ELIAN
  • Auto Save!

"papa! papa tau gak?! pelbedaan papa sama bintang?" "Tidak sayang, apa itu?" "Enggak ada bedanya sama sama indah dan enak di lihat, papa itu kayak bintang! indah! indah banget!" "Haha! tahu darimana kalimat itu sayang?" "Dali buku hehe! papa suka nggak?" "Hum, suka sayang." "Hihihi~ Lio love papa!" "papa lebih mencintaimu." ____ bxb!

More details
WpActionLinkContent Guidelines