Sinopsis Book 2:
"Teme... kau tahu tidak? Kadang aku merasa dunia ini hanyalah sebuah panggung sandiwara yang sangat panjang. Aku punya takhta, punya uang, punya pelayan... tapi tidak ada satu pun dari mereka yang benar-benar melihatku."
"Di keramaian begini, aku justru merasa paling sendirian... Alasan kenapa aku memilihmu... mungkin karena aku merasa kita ini sama. Sama-sama tidak punya tempat untuk pulang. Aku hanya tidak ingin sendirian lagi di tengah naskah hidup yang memuakkan ini."
Lalu, gema suara berat Sasuke menyahut, begitu tenang namun mengikat takdir.
"Saya tidak punya rumah. Klan saya habis. Nama saya sudah mati... Jadi, jika Anda merasa sendirian di tengah sandiwara ini... maka biarkan saya tetap di sini. Biarkan saya menjadi satu-satunya orang yang tidak akan menjauh dari punggung Anda. Jika dunia ini tidak melihat Anda, maka saya akan terus menatap Anda. Itu... adalah janji seorang Uchiha."
Plak!
Bukan Hanabi, bukan Hiashi, dan bukan pula ayahnya yang jahat.
Penjahat sejati di dalam cerita ini adalah dirinya sendiri.
Sasuke tidak pernah melanggar janji itu. Pria Uchiha itu telah berdiri sekokoh karang di belakang punggungnya, membiarkan dirinya dihina, direndahkan, dicaci maki-bahkan disiksa sedemikian rupa hanya demi mempertahankan cinta mereka.
Tetapi dialah yang menghancurkannya. Naruto sendiri yang menjadi penyebab janji itu pergi dan mati.
"Maaf."
All Rights Reserved