LIANGGA : Tempat Pulang yang Hilang

LIANGGA : Tempat Pulang yang Hilang

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 13, 2026
Arlangga, seorang dokter muda berusia dua puluh tahun, dikenal sebagai sosok yang cerdas dan berdedikasi. Ia bekerja di sebuah rumah sakit umum di Aldoria sebagai dokter yang menangani pasien dengan kanker otak. Bagi Arlangga, setiap pasien adalah tanggung jawab yang harus ia perjuangkan hingga akhir. Hingga suatu hari, ia bertemu dengan Novelia-gadis cantik yang akrab dipanggil Lia. Namun, pertemuan mereka bukanlah pertemuan biasa. Lia datang sebagai pasien yang didiagnosis menderita kanker otak stadium lanjut. Di balik senyumnya yang hangat, Lia menyimpan rasa sakit yang tak pernah ia tunjukkan kepada siapa pun. Sementara Arlangga berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan hidupnya, tanpa sadar ia mulai terikat pada gadis yang setiap harinya berjuang melawan waktu. Ketika harapan dan kenyataan saling bertabrakan, akankah Arlangga mampu menyelamatkan Lia? Atau justru Lia yang akan mengubah hidup Arlangga untuk selamanya?
All Rights Reserved
#65
sedih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Salah Status
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines