Calon Ceo VS Gadis Bulu Kapas

Calon Ceo VS Gadis Bulu Kapas

  • WpView
    Dibaca 4,760
  • WpVote
    Vote 654
  • WpPart
    Bab 20
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jul 5, 2026
WpInfo
Fiksi
LGBTQIA+
"HAAAAAHHHH!!!" Freen berteriak histeris, refleks menendang apa saja yang ada di depannya. DUKK! "Aww!" Gadis asing itu terjatuh dari tempat tidur, membentur lantai dengan keras. Freen langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya sendiri, menatap ke pinggir tempat tidur dengan napas terengah-engah dan wajah pucat pasi. "SI-SIAPA LU?! MALING YA?! PERAMPOK?! KOK BISA MASUK KE KAMAR GUE?!" Dari balik sisi tempat tidur, sebuah kepala muncul perlahan. Gadis blasteran itu cemberut besar, matanya berkaca-kaca menatap Freen dengan pandangan terluka. "Fween... thakit..." ucapnya dengan suara serak khas bangun tidur, agak cadel. (Gak ada 🔞)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#447
freenbecky
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • MOTHER
  • Stealing My Husband
  • Unexpectedly Yours
  • Dua Langit Berbeda
  • My Step Mom? [END] ✔️
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • ATMA FATAMORGANA
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
MOTHER

𝐓𝐞𝐫𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭 𝐤𝐚𝐭𝐚-𝐤𝐚𝐭𝐚 𝐤𝐚𝐬𝐚𝐫 𝐝𝐚𝐧 𝐭𝐢𝐧𝐝𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐤𝐞𝐫𝐚𝐬𝐚𝐧. 𝐃𝐢𝐦𝐨𝐡𝐨𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐡𝐚𝐭𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐜𝐚 ⚠️⚠️ 𝑺𝒊𝒍𝒂𝒉𝒌𝒂𝒏 𝒅𝒊 𝒗𝒐𝒕𝒆 𝑱𝒂𝒅𝒘𝒂𝒍 𝒖𝒑𝒅𝒂𝒕𝒆 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒕𝒆𝒏𝒕𝒖, 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒑𝒂𝒔𝒕𝒊 𝒌𝒂𝒍𝒂𝒖 𝒖𝒑𝒅𝒂𝒕𝒆 𝒍𝒆𝒃𝒊𝒉 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒔𝒂𝒕𝒖 𝒑𝒂𝒓𝒕 🤩🤩🤩 Pliss jangan jadi silent readers 🙏🙏🙏 𝐊𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐬𝐮𝐤𝐚 𝐯𝐨𝐭𝐞 𝐤𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐧𝐠𝐠𝐚𝐤 𝐬𝐮𝐤𝐚 𝐭𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥𝐤𝐚𝐧. 𝐃𝐢𝐭𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐊𝐫𝐢𝐭𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐬𝐚𝐫𝐚𝐧 ✅✅ Alandra Corzio tidak pernah menyangka bahwa pria yang berstatus ayahnya akan kembali menikah dengan wanita berumur 25 tahun sedangkan ayahnya sudah berumur 36 rtahun. "Taik! Anjing lo semua, Bokap sama Nyokap sama aja gak guna. Lo sama mama kalau cuma bikin anaknya sengsara aja gak usah bikin anak!" Alandra betul-betul terluka saat ayah dan ibunya memilih untuk hidup masing-masing, dan yang paling menyakitkan adalah ketika Ibunya tak mengambil hak asuhnya. Sering kali Alandra mengabaikan perlakuan ibu sambungnya, atau menganggap sepele segala perhatian yang diberikan ibunya. Namun, apakah ia sanggup mengabaikan perhatian yang lebih dari cukup itu?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan