Alam sadar, Alam mimpi ku

Alam sadar, Alam mimpi ku

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadComplete Wed, Jun 24, 2026
I wanna love you like the hurricane. I wanna love you like the mountain rain. So wild, so pure, so strong and crazy for you... Bagi Tresya, mencintai Otniel adalah sebuah kepasrahan yang sunyi. Otniel adalah pusaran angin yang gagah, seorang anggota Brimob Resimen III yang dunianya dipenuhi dengan kedisiplinan, seragam Lorentz, dan pengabdian tanpa batas pada negara. Sementara Tresya hanyalah seorang gadis biasa yang dunianya begitu sederhana. Namun, bukan perbedaan status yang membuat Tresya menelan bulat-bulat perasaannya. Melainkan sebuah pembatas tak kasat mata yang berdiri kokoh di antara mereka. Otniel dengan kalung salib yang melingkar di lehernya, dan Tresya yang melangkah dengan keyakinan yang berbeda. Dua amin yang tidak akan pernah bisa menyatu di satu altar yang sama. Di alam sadarnya, Tresya memilih mundur dan berpura-pura biasa saja. Di alam mimpinya, nama Otniel adalah satu-satunya yang menyita seluruh tidurnya. Tresya hanya bisa berdoa pada Sang Kuasa agar Otniel tahu isi hatinya, sebelum tugas negara atau waktu merenggut sisa-sisa nyali yang dia miliki. Karena nyatanya, Tresya tidak pernah punya cukup nyali untuk mengungkapkannya. Dia memilih membiarkan perasaan itu membeku, menjadi rahasia hati yang paling dalam. "Andai matamu melihat aku, Otniel... terungkap semua isi hatiku."
All Rights Reserved
#47
brimob
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • De Andere Weg (END)
  • Almost Married (END)
  • The Villain Mother
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Chasing Sanara
  • The Last Yes!
  • Revenge Marriage (SELESAI)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines