We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
You Are My Home

You Are My Home

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 52
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 16, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Happy Ending
College and University
Highschool
Aku pernah berpikir bahwa aku harus pergi jauh untuk menemukan cinta. Sampai akhirnya aku sadar bahwa setiap kali hidupku berantakan, aku selalu kembali kepada orang yang sama. Prabaswara Yudhistira. Sahabat kedua kakak kembarku. Laki-laki yang telah mengenalku sejak kecil. Laki-laki yang selalu ada ketika aku membutuhkan seseorang. Dan laki-laki yang diam-diam menungguku lebih lama daripada yang pernah kubayangkan. Saat akhirnya aku menyadari bahwa perasaanku padanya bukan sekadar nyaman, perjalanan kami justru baru dimulai. Hubungan jarak jauh, perbedaan cara pandang, pertengkaran, dan berbagai ujian memaksaku untuk tumbuh dan mencari jalanku sendiri. Namun sejauh apa pun aku melangkah, hidup selalu membawaku kembali kepada Bara. Karena ternyata cinta bukan tentang menemukan seseorang yang sempurna. Melainkan menemukan seseorang yang tetap bertahan ketika dunia terasa terlalu berat untuk dihadapi sendirian. Dan bagi Prabaswara Yudhistira, aku adalah rumahnya. Tanpa kusadari, dia juga telah menjadi rumahku. 🏡 Slow Burn Romance 💜 Age Gap ✨ Best Friend's Little Sister 🌙 Happy Ending
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • Silent Traces by the Sea
  • Clause of Us
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • Círculo del Destino
  • ONESHOOT 21+

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines