We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Karena Dia Aku Pulang

Karena Dia Aku Pulang

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Sat, Jun 13, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Happy Ending
Romantic Comedy
First Love
Karena Dia, Aku Pulang Aku Katolik sejak lahir. Dia Muslim yang nggak pernah maksa aku apa-apa. Dia cuma sholat tepat waktu, sabar waktu aku ngomel, dan bilang "Allah liat kita" waktu aku mau nyerah. Aku jatuh cinta sama dia. Tapi yang bikin aku jatuh lebih dalam... adalah ketenangan yang dibawa Islam lewat dia. 1 tahun aku belajar diam-diam. Aku jadi mualaf bukan karena dipaksa. Tapi karena aku capek lari dari ketenangan yang udah aku temuin. Sekarang dia udah nggak ada. Dia bilang, "Kalau jodoh, Allah bakal balikin." Pertanyaannya: setelah aku pulang ke Islam, dia masih mau nerima aku nggak?
All Rights Reserved
#51
realigi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Silent Traces by the Sea
  • Círculo del Destino
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • Clause of Us
  • ONESHOOT 21+
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines