We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
KUMPULAN ORANG TERTINDAS

KUMPULAN ORANG TERTINDAS

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 14, 2026
WpInfo
Poetry
Free Verse
Bahwa ini adalah kumpulan dari isi kepala saya yang tertindas oleh banyak aspek kehidupan, maka saya jawab tepat sekali. Menjadi WNI, laki-laki, anak pertama, anak tertua, perantau dan masih banyak lagi yang dapat menjelaskan sebagaimananya saya tertindas. Entah oleh keadaan, sosial, waktu, tempat dan paling sering oleh gemuruh kepala saya sendiri. Maka dengan ini selamat menikmati isi kepala saya.
All Rights Reserved
#158
orang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pikul Pilu Pada Pulangmu | ✔
  • pak dosen
  • The relationship between boss and employee
  • The Deal, The Genius, and The Girl
  • STOLEN FROM MY BROTHER | on going
  • our little sunshine | sunoo
  • Leonids
  • mama...... papa....... aku hanya ingin bahagia bukan menderita
  • Dua Pilihan(Deva Kiara)
  • Dosen itu suamiku {SALMA X RONY}

Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR ©2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines