Bos Garang Pembokat Super

Bos Garang Pembokat Super

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 21, 2026
Rilia Kirana memilih kabur dari rumah ketimbang menerima perjodohan yang terus dipaksakan ibu padanya. Dengan modal nekat dan tabungan seadanya, ia terbang ke luar pulau lalu bekerja sebagai pembantu pribadi Erushqi Ilham, seorang pengusaha muda yang tampan, kaya raya, namun terkenal galak dan sulit didekati. Hari-hari Rilia dipenuhi pertengkaran, kekacauan, dan kejutan bersama sang bos. Namun, keadaan menjadi semakin rumit ketika Ivander Leo, putra pejabat kota yang selama ini dijodohkan dengannya, ternyata berada dalam lingkaran pertemanan Erushqi. Di antara perjodohan, gengsi, dan benih cinta yang tumbuh diam-diam, siapakah yang akhirnya menjadi jodoh Rilia?
All Rights Reserved
#16
tajir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain Mother
  • Chasing Sanara
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • De Andere Weg (END)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Almost Married (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée

HAPPY READING ❤️‍🔥 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines