SATU JIWA, SATU MAJAPAHIT (END)

SATU JIWA, SATU MAJAPAHIT (END)

  • WpView
    Reads 811
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Thu, Jun 18, 2026
WpInfo
Non-Fiction
Informational and Guide
Kisah nyata Tahun 1350 saka. Wilwatikta gemilang Hayam Wuruk, Maharaja muda Majapahit punya segalanya. Takhta bala tentara dan sumpah Gajah Mada yang membuat Nusantara tunduk. Tapi hatinya kosong. Sampai ia bertemu Dyah Sudewi. Bukan karena politik tapi karena Sudewi berani ngeledek puisi Sang Raja di tengah sidang istana "syair Paduka indah, tapi hampa tanpa nyawa"
All Rights Reserved
#110
hayamwuruk
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOKAKALA
  • SANJIWANI
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai
  • GARBHAPATI [PROCESS REVISI]
  • SEMBAH RASA
  • KARMA PHALA (TAMAT)
  • MADYANTARA [On Going]
  • surat tentang candra
  • [Lacrimosa]; Dara-Dara Runtuh
  • ANAGATA
LOKAKALA

Aneh tetapi nyata. Ada berbagai macam pertanyaan yang memenuhi benaknya. Siapa sangka, hal yang Lembayung anggap aneh bukanlah suatu kebetulan. Benang merah sudah terjalin diantara mereka dari beratus-ratus tahun yang lalu saat Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda Galuh masih berdiri kokoh di tanah Nusantara. Larangan pasca Perang Bubat, harus melibatkan perasaan seorang pria yang kelak saat naik tahta bergelar Prabu Niskala Wastu Kancana, seorang Prabu dari Kerajaan Sunda Galuh, satu-satunya keturunan Prabu Linggabuana yang masih tersisa. Jawaban dari apa yang selalu Lembayung pertanyakan, semua terjawab saat jiwanya kembali ke tahun 1370 seakan Sang Hyang Widhi memberikannya kesempatan di dalam raga putri Raden Sotor, keponakan tiri dari Sri Maharaja Hayam Wuruk.

More details
WpActionLinkContent Guidelines