We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
You Look Good in Red

You Look Good in Red

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Jun 27, 2026
WpInfo
Fanfic
BTS
Social Themes
Culture and Identity
Romance
Semua orang tahu Brahagan Ganesha Adregar tidak pernah serius dengan siapa pun. Hagan adalah definisi warna merah dalam wujud manusia. Mendekati. Membuat jatuh hati. Lalu pergi. Itu permainan yang selalu ia menangkan. Sampai ia bertemu Ranea Adeeva Samreen. Gadis yang sejak awal sudah tahu bahwa dirinya hanyalah target baru. Alih-alih menghindar, Ranea justru memilih ikut bermain. Kini keduanya berada di dalam permainan yang sama. Dan hanya ada satu pertanyaan. Siapa yang akan kalah lebih dulu?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • Given || Ju Jihoon
  • I'm Not Just a Figuran
  • TOXIC BOYFRIEND
  • The Unseen Little Guest [TingMeen]
  • Journey
  • Possessive Male Lead
  • Same, But Not
  • The Threads We Left Behind {Marjames / JJujami}
  • Skripsi Dan Buku Nikah

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines