Ekspektasi: Pensiun dini jadi cewek estetik pedesaan ala Stardew Valley. Pagi nyiram tanaman pakai caping gemes, sore minum teh chamomile sambil menatap senja.
Realita: Terjebak di Jumanji jalur agrikultur! Kulit gosong, adu mekanik ngelawan hama Kutu Kebul, pegal linu tiap hari, dan saldo ATM nangis sisa Rp102.500.
Syauqi, mantan mbak-mbak agensi ibu kota, nekat kabur ke Desa Sukamukti demi menghidupkan lahan cabai warisan bapaknya. Niatnya mau healing, eh malah pusing tujuh keliling. Dari yang awalnya takut pacet dan jijik sama tahi sapi, sekarang dia harus perang mental melawan tengkulak lintah darat dan harga pupuk yang mencekik leher.
Seakan krisis panen belum cukup bikin otak konslet, Syauqi malah diserang hama asmara! Niat hati mau fokus ngejar omzet, eh dia malah dibikin baper berjamaah sama populasi cowok lokal yang standar kewarasannya patut dipertanyakan. Ada yang manisnya bikin diabetes, ada yang kelakuannya bikin darah tinggi, sampai ada yang mulutnya lebih pedas dari cabai keriting tapi diam-diam kelakuannya bikin jantung mau copot!
Di antara menyelamatkan sisa panen, kewarasan, dan saldo rekening... mampukah Syauqi memenangkan Jumanji ini? Atau dia mending ke kelurahan aja buat daftar nikah sama ladang cabainya?
---
"Gue tutup lowongan di hati gue. Gue freeze semua rekrutmen asmara. Mulai detik ini, pacar gue, belahan jiwa gue, dan cinta sejati gue cuma satu: Panen Raya!" - Syauqi Az-Zahra, Mandor Dadakan Sukamukti.
All Rights Reserved