Keira memulai tahun pertamanya di SMA Cakrawala dengan satu harapan sederhana: menjalani masa muda yang tenang dan jauh dari drama.
Sayangnya, harapan itu hancur di hari pertama sekolah.
Karena secara tidak sengaja, ia menumpahkan segelas es teh tepat ke seragam Enzo Arsenio - ketua OSIS, kapten basket, dan idola sekolah yang dikenal hampir semua siswa.
Insiden itu membuat Enzo harus menghadiri pertemuan dengan guru dengan seragam yang penuh noda. Sejak saat itu, Enzo menyimpan dendam kecil yang kekanak-kanakan.
Bukan dendam serius. Hanya cukup untuk membuatnya sesekali mengerjai Keira setiap kali ada kesempatan.
Mulai dari menyuruhnya membantu acara sekolah di menit terakhir, memberikan tugas-tugas kecil yang merepotkan, hingga sengaja memanggil namanya lewat pengeras suara sekolah untuk hal-hal sepele.
Masalahnya, Keira bukan tipe adik kelas yang mudah ditindas.
Setiap kali Enzo mencoba mengerjainya, Keira selalu berhasil membalas dengan cara yang tidak terduga.
Alih-alih merasa menang, Enzo justru semakin sering memperhatikan Keira.
Dan tanpa sadar, sebagian besar waktunya di sekolah mulai dihabiskan untuk memikirkan cara mengusili gadis itu.
Sementara itu, Keira yang sudah paham sifat licik Enzo selalu berusaha menjaga jarak.
Namun karena Enzo adalah ketua OSIS sekaligus siswa yang aktif di berbagai organisasi dan kegiatan sekolah, mereka terus dipertemukan dalam acara demi acara.
Di tengah berbagai kekacauan, pertengkaran kecil, dan momen-momen memalukan yang mereka alami bersama, hubungan mereka perlahan berubah menjadi sesuatu yang tidak bisa lagi disebut sekadar perang usil antara kakak dan adik kelas.
Dan saat Enzo mulai menyadari perasaannya sendiri, Keira justru semakin ahli menghindarinya.
Karena menurut Keira, tidak ada ide yang lebih buruk daripada jatuh cinta pada kakak kelas yang hobinya membuat hidupnya berantakan.
---
Novel ini bercerita tentang serba-serbi masa remaja.
komedi ° manis ° lucu
All Rights Reserved