Bagi dua orang yang dipertemukan oleh pengabdian, pertemuan itu awalnya terasa seperti jawaban dari semesta, sebuah jeda yang indah untuk melupakan luka lama. Namun, kenyamanan yang mereka bangun ternyata berdiri di atas fondasi yang retak. Di balik tawa dan janji-janji yang terucap di bawah langit desa, ada rahasia besar yang sengaja dipadamkan lampunya, sebuah kenyataan pahit yang memaksa salah satu dari mereka untuk menukar seluruh masa depannya dengan sebuah pelarian. [Disclaimer : Karya ini adalah fiksi. Nama, tokoh, dan insiden adalah produk imajinasi penulis. Penggunaan nama tempat nyata hanya digunakan sebagai latar artistik dan tidak merujuk pada peristiwa aktual]
More details