TWO WORLDS

TWO WORLDS

  • WpView
    Reads 1,621
  • WpVote
    Votes 152
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 25, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Historical
Mystery
Kegiatan "Kuliah Kerja Nyata" mulai di laksanakan di Universitas Padmapura. Hingga tersisa 6 mahasiswa yang menerima satu tugas di sebuah desa pedalamanan, bernama Desa Arunika. "Manusia mana yang beruntung KKN di desa se-aesthetic ini?" Hingga, Asterlyn dan Rosetta membuat sebuah perubahan besar. Mereka terlempar ke dunia paralel, dunia fantasi yang selama ini hanya ada di buku, kini nyata di depan mata mereka berdua. "Aster! Ada naga!"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • A Family of Villains
  • The Adiputra Family
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Sin of The Villainess
  • Aveline Beyond Her Fate
  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • I'm the male lead's wife? [TERBIT!]

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines