The Phoenix Who Chose Home

The Phoenix Who Chose Home

  • WpView
    Lectures 32
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 17
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., juin 16, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Thèmes Sociaux
Passage à l'Âge adulte
Vie de Famille
Hujan turun deras di atas kompleks keluarga Shen. Di salah satu paviliun paling belakang yang jauh dari kediaman utama, Shen Haoxuan berdiri diam memandangi kereta yang telah menunggu di luar gerbang. Malam itu seharusnya menjadi malam biasa. Namun ia tahu bahwa ketika matahari terbit esok hari, banyak hal tidak akan pernah sama lagi. Pintu di belakangnya terbuka perlahan. Ha Yoonseo keluar sambil menggendong seorang bayi perempuan, sementara bayi laki-laki lainnya tertidur dalam pelukan seorang pelayan kepercayaannya. Kedua anak itu masih terlalu kecil untuk memahami apa pun.Mereka bahkan belum memiliki kesempatan untuk mengenal ayah mereka. Haoxuan menatap mereka cukup lama sebelum akhirnya mengalihkan pandangan kepada Yoonseo. "Jalan keluar sudah diamankan," katanya pelan. "Kalian harus berangkat sekarang." Yoonseo mengangguk. Tidak ada air mata. Tidak ada ucapan perpisahan yang panjang. Mereka berdua tahu bahwa semakin lama mereka menunggu, semakin besar kemungkinan seseorang menyadari apa yang sedang terjadi. Sebelum berbalik menuju kereta, Yoonseo berhenti sejenak. "Terima kasih." Hanya dua kata sederhana. Namun untuk pertama kalinya malam itu, Haoxuan merasa dadanya sesak. Ia menatap kedua bayi yang tertidur lelap tanpa mengetahui apa pun tentang dunia yang akan mereka tinggali. Tanpa mengetahui siapa dirinya. Tanpa mengetahui bahwa malam ini adalah pertama sekaligus terakhir kalinya mereka berada begitu dekat dengannya. Perlahan, Haoxuan mengulurkan tangan dan menyentuh kepala mereka. Sangat hati-hati. Seolah mereka terbuat dari kaca. "Semoga kalian tumbuh dengan bahagia." Suara itu hampir tenggelam oleh suara hujan. Sesaat kemudian kereta mulai bergerak menjauh. Haoxuan tetap berdiri di tempatnya hingga cahaya lampu kereta menghilang di balik malam.Tidak ada yang bisa ia lakukan selain memperhatikan mereka pergi.Dan diam-diam berharap bahwa suatu hari nanti, ketika mereka bertemu lagi, kedua anak itu akan memberinya kesempatan untuk menjadi seorang ayah.
Tous Droits Réservés
#59
trainee
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • The Grand Duke Obsession (END)
  • The Wicked Wife's Past Strikes Back
  • Perfect Antagonist (end)
  • Transmigrated as the Villainous Omega Prince [ END ]
  • Terjebak Di Novel Psycopath
  • KENRA; Antagonis Pengganti
  • Perfect Mom, Perfect Wife ♧END♧
  • MORGAN
  • Binar Rembulan~Transmigrasi

Opelia Veronica Elizabeth hanyalah sosok figuran di sebuah novel drak romance, dan Gendhis tahu itu. Sebagai pembaca yang berfokus dengan dua tokoh utama, Gendhis bersikap tidak peduli dengan sosok figuran itu. Namun, entah keajaiban atau sebuah mimpi panjang. Gendhis terbangun menjadi sosok figuran yang hanya tertulis pada baris pertama ending. "Semua orang berbahagia atas pernikahan Grand Duke dan Putri Baron itu." Iya benar!! Hanya itu, dan dia termasuk ke dalam bagian 'Semua Orang.' Tetapi, ketika Gendhis mulai menyukai tempat asing ini. Dia menemukan satu fakta, jika sebenarnya dia adalah Opelia Veronica Elizabeth Silas--anak dari seorang Viscount. Dan lebih mengejutkan lagi, dia juga adalah mantan tunangan Grand Duke, tapi entah kenapa pertunangan mereka dibatalkan. Tapi satu hal yang masih menjadi teka-teki bagi Gendhis. Kenapa bisa Opelia yang hanya seorang figuran, bisa bertunangan dengan pria yang merupakan tokoh utama di dalam novel? Akankah Gendhis merubah takdirnya atau malah terjerat benang takdir dengan laki-laki penuh obsesi itu, Grand Duke Kaiser Rowan Dimitri Publish : 11 Mei 2025

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu