My Beautiful Obsession {AydenElio}

My Beautiful Obsession {AydenElio}

  • WpView
    Reads 2,751
  • WpVote
    Votes 302
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 11, 2026
Sebuah pertemuan yang tidak terduga membuat awal mula cerita cinta penuh obsesi tercipta Ayden tidak pernah merasakan ketertarikan dengan siapapun dan merasa ia bisa hidup sama akhir seorang diri, namun hal itu terbanta saat ia bertemu dengan pria manis yang merubah kehidupannya. --- ----- WARNING : ⚠️ Terdapat Beberapa Kata Kasar ⚠️ Diperuntukan Pembaca Berumur 18+ 📍Seluruh Foto berasal dari Pinterest ➡️ Mohon maaf jika Cerita tidak menarik dikarenakan ini cerita Pertama saya. ➡️ Cerita ini di buat murni dari Pemikiran Saya. ➡️ Jika terdapat kesamaan pada Nama Tokoh dan Hal Lain, saya tidak berniat Menjiplak karya tsb. ➡️ Saya menerima Kritik dan Saran yang bertujuan Membangun Karya saya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • The Servant [James Harem]
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • I'm Not Just a Figuran
  • Justine
  • Last Hope - Cawooz
  • Same, But Not
  • TOXIC BOYFRIEND
  • Garwo
  • Jodoh Pilihan Mama

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines