Everything We Almost Had
Ada masa ketika hidup terasa sederhana, ketika persahabatan terasa abadi, ketika cinta pertama terasa cukup untuk menghadapi seluruh dunia dan ketika masa depan masih terlihat jelas di depan mata.
Jessica, Rafael, dan Dion pernah berada di sana. Tiga anak muda yang tumbuh bersama, bermimpi bersama, dan percaya bahwa waktu akan selalu berpihak pada mereka. Namun kehidupan memiliki caranya sendiri untuk mengubah arah.
Masa muda yang indah perlahan berganti menjadi kenyataan yang tidak pernah mereka bayangkan, impian berubah menjadi tanggung jawab, cinta berubah menjadi kehilangan dan waktu membawa mereka ke jalan yang berbeda.
Ada yang pergi terlalu cepat, ada yang menghilang tanpa penjelasan dan ada yang bertahan sendirian menghadapi hidup yang tidak berjalan sesuai rencana.
Tahun demi tahun berlalu. Sampai pada suatu titik, kehidupan yang terasa berantakan itu mempertemukan mereka kembali dengan pertanyaan yang sama, Apakah kita benar-benar kehilangan jalan atau kita hanya sedang berputar cukup jauh untuk menemukan jalan pulang?
Everything We Almost Had adalah kisah tentang indahnya masa muda, tentang mimpi-mimpi yang pernah memenuhi langit malam, tentang proses menjadi dewasa yang tidak selalu berjalan lembut, dan tentang orang-orang yang terus hidup meski berkali-kali dihancurkan oleh kenyataan.
Karena pada akhirnya, hidup bukan hanya tentang orang yang ingin kita miliki. Bukan hanya tentang cinta yang ingin kita perjuangkan, melainkan tentang bagaimana kita bisa melangkah setelah kehilangan hampir segalanya.
Dan bagaimana, setelah semua luka, penyesalan, perpisahan, dan waktu yang terbuang... bisa tetap menemukan jalan pulang? Sebab terkadang, rumah bukanlah tempat. Rumah adalah orang-orang yang tetap hidup di dalam hati kita bahkan ketika dunia telah mengubah segalanya.