Semua orang mengatakan harta adalah segalanya. Simbol kekuasaan, kemewahan, dan kebahagiaan. Tapi tidak bagi Pangeran Asa. Baginya, harta bukan anugerah, melainkan kutukan yang membelenggu. Di balik istana megah dan mahkota yang berkilau, ia justru merasakan kesepian dan kehilangan makna hidup. Saat seluruh kerajaan menantinya untuk naik takhta, Asa justru memilih jalan yang berlawanan, meninggalkan segalanya demi menemukan arti kebebasan sejati. Namun, bisakah seorang pangeran benar-benar melepaskan bayang-bayang takdir dan harta yang mengikatnya?
More details