Anchored

Anchored

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 20, 2026
Haven adalah representasi keanggunan yang taktis di balik meja Humas Kantor Imigrasi; seorang wanita yang sehari-harinya menyusun narasi tentang kepastian pelayanan dan kepulangan, namun secara ironis mengunci rapat hatinya dalam benteng kesendirian akibat trauma masa lalu. Di seberang frekuensi tugasnya, hadir Devian, seorang pejabat Bea dan Cukai yang tegas, berwibawa, dan terbiasa menegakkan hukum negara di pintu perbatasan dengan tangan besi. Pertemuan kedua abdi negara ini melahirkan sebuah romansa yang intens, di mana Devian dengan segala kegigihannya berhasil membuktikan perjuangan nyata yang selama ini Haven pertanyakan dari takdir, sementara Haven menjadi satu-satunya pelabuhan tempat Devian meletakkan lelahnya seragam navy yang ia kenakan. Namun, cinta mereka berdiri di atas tanah yang rawan; waktu dan surat perintah mutasi siap memisahkan mereka kapan saja tanpa kompromi. Ketika telegram mendadak memindahkan Devian ke wilayah perbatasan terpencil yang terpisah ribuan kilometer, fondasi mereka yang baru saja kokoh langsung dihantam retakan besar. Jarak menciptakan ruang bagi ego dan kesalahpahaman; Devian tenggelam dalam tekanan adaptasi wilayah baru, sementara Haven didera krisis reputasi instansi dan bayang-bayang ketakutan lama bahwa ia akan kembali ditinggalkan sendirian. Ditambah badai cemburu dari rumor di media sosial serta kehadiran orang-orang baru di sekeliling mereka, hubungan itu perlahan mendingin dalam sunyinya panggilan telepon yang tak terjawab. Badai emosional ini baru menemukan titik terang ketika keduanya ditampar oleh realitas pekerjaan lapangan masing-masing, yang menyadarkan mereka bahwa menjaga gerbang negara memang membutuhkan ketangguhan, namun menjaga hati tempat mereka pulang jauh lebih membutuhkan perjuangan. Melalui konfrontasi jujur saat Devian mengambil cuti darurat demi menemui Haven di bawah gerimis kantornya, mereka meruntuhkan ego seragam masing-masing, saling mengakui kerapuhan, hingga akhirnya sepakat menyusun komitmen.
All Rights Reserved
#53
story
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Imperfect Señorita
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • NINGRUM
  • PENGGANTI
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Almost Married (END)
  • R É G A L I S
  • Double AL (COMPLETE)
  • The Last Yes!

"Temani Saya" 2 kata yang selalu terucap setiap 3 kali dalam seminggu dan selalu tetap seperti robot yang telah mendapatkan pemrograman. Tak ada cinta bagi Axel, dirinya hanya berlindung dalam kalimat "Saya hanya menyukai tubuhmu".

More details
WpActionLinkContent Guidelines