We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
PACAR, KATANYA

PACAR, KATANYA

  • WpView
    Reads 260
  • WpVote
    Votes 89
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 21, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Happy Ending
First Love
Love Triangle
Cherry Arabella tidak pernah menyangka pacaran dengan Niko Prasetyo akan sesulit ini. Niko bukan laki-laki dingin. Dia ramah, santai, dan disukai banyak orang. Akan tetapi, setelah resmi bersama, Cherry mulai sadar. Tidak ada yang benar-benar berubah. Tidak ada perhatian kecil yang ia harapkan. Tidak ada usaha untuk membuatnya merasa dicintai. Niko tetap seperti biasa, seolah hubungan mereka tidak mengubah apa pun. Lalu Cherry mulai bertanya, kalau ini pacaran, kenapa rasanya seperti sendirian? Di sisi lain, Niko merasa semuanya baik-baik saja sampai Cherry mulai mempertanyakan perasaannya. Satu hubungan, dua cara memahami cinta. Dan Cherry hanya ingin satu hal sederhana. Benar-benar dianggap sebagai pacar.
All Rights Reserved
#19
patah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Ambang Asa
  • Beyond the Lies [Completed]
  • Black & Grey
  • After Nine Years Wedding
  • Sincerely, V.
  • Unexpectedly Yours
  • Prathamam Prem
  • Unending Breakup
  • my story of being rilo's best friend
  • SHARED LINK

Bagi Fiorella Elara Faye, mencintai Aksara Arriza Akbar bukanlah sebuah pilihan, melainkan sebuah kutukan manis yang ia bawa selama sepuluh tahun. Semuanya dimulai di sebuah aula sekolah saat pesantren kilat kelas sepuluh-sebuah tatapan di seberang barisan yang tak pernah benar-benar putus hingga mereka menginjak usia 29 tahun. Mereka pernah sedekat napas, namun tanpa status yang jelas. Fiorella adalah saksi bisu saat Aksara melabuhkan hatinya pada perempuan lain, yang ironisnya adalah teman sekelasnya sendiri. Ia belajar memendam, belajar menjadi "muara" yang tenang meski arusnya menghancurkan di dalam. Kini, belasan tahun telah berlalu. Fiorella masih sendiri, terjebak dalam orbit yang sama, menolak setiap hati yang datang karena baginya, ruang itu sudah penuh. Saat takdir membawa mereka kembali bersinggungan setelah bertahun-tahun, Fiorella dipaksa bertanya pada dirinya sendiri, sampai kapan ia akan menunggu di ambang harapan? Dan apakah Aksara akhirnya akan menyadari, bahwa selama ini, ia hanya perlu menoleh sedikit untuk menemukan tempatnya pulang? "Sebab jika hatimu akhirnya berubah, aku masih di sini. Masih di titik yang sama."

More details
WpActionLinkContent Guidelines